ssJVdd5nNZ1wjp2lIaMwYpRep0IDivWm8xKXb6pP
Apa Penyebab Tonjolan Pada Kamera Semakin Menebal??

Iklan Billboard 970x250

Apa Penyebab Tonjolan Pada Kamera Semakin Menebal??

Sebagian besar ponsel flagship saat ini sudah dibekali dengan fitur fotografi yang memadai biasanya memiliki tonjolan kamera (camera bump) yang cukup tebal.


Seperti halnya merek-merek ponsel berkelas, seperti Samsung Galaxy S21 Ultra, iPhone 12 Pro, Mi 10T Pro, Huawei P40 Pro Plus, Vivo X50 Pro, dan lain sebagainya.

Dengan adanya camera bump seperti ini seakan membuat permukaan punggung tidak sejajar dengan body ponsel. Alhasil, ponsel tidak bisa diletakkan secara sempurna di permukaan yang rata.

Disampin itu juga, tonjolan kamera juga biasanya dianggap mengurangi estetika dari perangkat yang medipasangnya.

Sehinga taak jarang para pemakai ponsel tersebut bakal membungkus ponsel mereka dengan aksesori case, supaya tebal tonjolan kamera tak begitu terlihat secara jelas. Pertanyaanya, mengapa harus ada tonjolan kamera?

Panjang focal length

Tonjolan kamera di berbagai smartphone ini tak lupa adanya salah satu elemen inti yang ada dalam komponen kamera, yaitu sebuah lensa yang lebar atau focal length.

Singakat ceritanya, focal length itu sendiri akan menentukan seberapa luas lensa kamera bisa "melihat" obyek yang sedang diambil. Semakin besar focal length, maka akan semakin sempit obyek yang diambil kamera, begitu juga sebaliknya.

Kita ambil contoh salah satu dari lensa kamera belakang yang ada pada Galaxy S21 Ultra yang memiliki focal length berbeda-beda.

Sebagai contohnya Kamera utama ponsel tersebut beresolusi 108 MP dan memiliki focal length 24mm. Normal lensa kameranya sendiri biasanya rata-rata di angka 35-50mm, sehingga lensa ini bisa disebut lensa lebar (wide).

Disamping itu juga, kamera ultrawide 12 MP yang berada pada ponsel tersebut justru memiliki focal length yang lebih kecil, yakni 13mm. Sebabnya, kamera ini bisa mengambil obyek dengan sudut pandang yang lebih luas dibanding kamera utama.

Kedua kamera ini mungkin belum begitu terlihat jelas pada ketebalan camera bump. Namun, beda dengan dua kamera yang berada pada belakang yang memiliki fungsi pemotretan jarak jauh alias telefoto.

Karena teknik pembesaran obyek

Sebagai contohnya, Galaxy S21 Ultra dilengkapo dengan dua kamera telefoto yang masing-masing beresolusi 10 MP dengan focal length berbeda, yakni 70mm dan 240mm.

Keunggulan dari kamera telefoto pertama yang ber-focal length 70mm memiliki pembesaran gambar optis (optical zoom) hingga 3x, sedangkan satunya lagi 10x.

Seperti halnya, pada kamera profesional (DSLR), kemampuan telefoto biasanya mengandalkan satu lensa fisik yang focal length-nya bervariasi, misalnya 70-200mm.

Dengan satu lensa tersebut, pengguna bisa memperpanjang lensa ke focal length maksimal (200mm) untuk mengambil foto obyek dari jarak jauh, atau memperpendek lensa ke angka 70mm untuk mengambil foto obyek yang tidak terlampau jauh.

Intinya semua ini, semakin jauh jarak lensa dengan objek sebuah gambar yang bertugas untuk menyerap cahaya, maka semakin dekat pula obyek yang akan dilihat, begitu juga sebaliknya. Dalam dunia fotografi, teknik ini disebut juga dengan teknik magnification atau pembesaran obyek.

Tak bisa diterapkan di smartphone

Nah, mekanisme kamera telefoto konvensional seperti ini sebenarnya tidak akan bisa diterapkan ke bodi smartphone yang makin hari makin tipis nan ringan. Jadi lensa yang memanjang ke depan itu sendiri juga berpotensi untuk mengurangi estetika ponsel.

Solusinya, para vendor smartphone merancang berbagai macam teknik pembesaran gambar, salah satunya mengambil teknik kamera periskop yang biasa digunakan di kapal selam.

Dengan adanya kamera periskop itu sendiri, lensa telefoto tidak perlu memanjang ke depan dan bisa diposisikan ke samping, sebagaimana ilustrasi lensa periskop Huawei P40 Pro Plus berikut.

Untuk pemantulan cahaya itu sendiri hanya mengandalkan kaca prisma dan bisa memberikan efek pembesaran gambar hingga 100x dengan optimal, apabila mengacu pada klaim Huawei.

Akibatnya, modul dengan mekanisme kerja yang tampak rumit dan susunan yang menumpuk ini mungkin saja akan berpengaruh terhadap besar camera bump.

Selain focal length itu sendiri, untuk ukuran sensor gambar juga bisa jadi berpengaruh pada besar tonjolan kamera. Inilah yang menjadi salah satu penyebab mengapa kamera dengan tonjolan besar biasanya lebih mumpuni. Mangka dari itu sensor besar sejatinya bisa menyerap cahaya lebih banyak dan meningkatkan kualitas gambar.

Belum ada penjelasan resmi mengapa kamera smartphone semakin menonjol melebihi permukaan body. Dapat dijelaskan diberbagai faktor terkait mekanisme kamera konvensional yang disederhanakan ini tadi mungkin menjadi alasan utamanya.

Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment